Tahrir al-Wasilah
Tahrir al-Wasilah, sebuah buku fatwa yang mencakup rangkaian lengkap fikih karya Imam Khomeini; berbahasa Arab.
Dua karya fikih-fatwa yakni Al-'Urwah al-Wutsqa karya Sayyid Muhammad Kazim Yazdi Thabataba'i dan Wasilah al-Najah karya Sayyid Abu al-Hasan Isfahani, karena banyaknya furu' (cabang) dan penyajian masalah-masalah yang sering dihadapi (mubtala bih), telah menarik perhatian para fukaha lebih dari buku-buku lainnya dan banyak syarah serta hasyiah (catatan pinggir) yang ditulis untuk keduanya.
Tahrir al-Wasilah, sebagaimana yang diisyaratkan oleh Imam Khomeini, adalah hasil penggabungan catatan-catatan (ta'liqat) beliau pada teks Wasilah al-Najah dan penambahan masalah-masalah serta bab-bab lain yang tidak ada dalam buku tersebut. Penyusunan Tahrir al-Wasilah dimulai di tempat pengasingan Turki dan diselesaikan di tempat pengasingan Najaf al-Asyraf.
Komprehensivitas buku Tahrir al-Wasilah dan cakupannya pada hampir seluruh bab-bab fikih serta adanya pembahasan politik, peradilan, dan masalah-masalah kontemporer (masa'il mustahdatsah), telah menempatkannya pada kedudukan yang istimewa di antara karya-karya fikih dan bahkan karya-karya tertulis Imam Khomeini.
Setelah pemindahan tempat pengasingan Imam Khomeini ke Najaf, jilid pertama buku Tahrir al-Wasilah untuk pertama kalinya dicetak dan diterbitkan pada tahun 1345 HS dan jilid kedua pada tahun 1347 HS.
Hingga saat ini, lebih dari 150 terjemahan, ringkasan, syarah, dan ta'liqah (catatan) dari buku ini telah diterbitkan.
Beberapa ta'liqah tersebut antara lain: Al-Ta'liqah al-Istidlaliyyah 'ala Tahrir al-Wasilah; Abu Thalib Tajlil Tabrizi; Al-Ta'liqah al-Istidlaliyyah 'ala Tahrir al-Wasilah; Ali Misykini; 10 jilid, dan Al-Ta'liqah 'ala Tahrir al-Wasilah; Yusuf Shani'i.
Beberapa syarah tersebut antara lain: Mustanad Tahrir al-Wasilah; Sayyid Mustafa Khomeini; 2 jilid; Tafshil al-Syari'ah fi Syarh Tahrir al-Wasilah; Muhammad Fadhil Lankarani; 28 jilid; Fiqh al-Tsaqalain fi Syarh Tahrir al-Wasilah; Yusuf Shani'i; 5 jilid; Anwar al-Faqahah fi Ahkam al-'Itrah al-Thahirah (as); Nashir Makarim Syirazi; 6 jilid, dan Misykat al-Syari'ah fi Syarh Tahrir al-Wasilah; Sayyid Dhiya Murthadhawi.
Selain itu, Tahrir al-Wasilah juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Persia, Urdu, dan Inggris.
Mukadimah
Dalam sejarah fikih fatwa, beberapa karya seperti Syara'i' al-Islam karya Muhaqqiq al-Hilli (602-676 H), Qawa'id al-Ahkam karya Allamah al-Hilli (647-726 H), dan Al-Lum'ah al-Dimasyqiyyah karya Syahid Awal Muhammad bin Makki (734-786 H), karena komprehensivitasnya, telah mendapat perhatian khusus dari para fukaha, dan di antara karya-karya ulama mutaakhirin, dua karya fikih-fatwa yakni Al-'Urwah al-Wutsqa karya Sayyid Muhammad Kazim Yazdi Thabataba'i (1248-1337 H) dan Wasilah al-Najah karya Sayyid Abu al-Hasan Isfahani (1284-1365 H), karena banyaknya furu' dan penyajian masalah-masalah yang sering dihadapi, telah menarik perhatian para fukaha lebih dari buku-buku lainnya dan banyak syarah serta hasyiah yang ditulis untuk keduanya.Templat:Sakh
Wasilah al-Najah, yang merupakan risalah amaliah yang mencakup hukum-hukum ibadah dan muamalah serta telah diterjemahkan ke dalam bahasa Persia dengan judul Shirath al-Najah,[1] memiliki puluhan hasyiah dan ta'liqah yang ditulis untuknya, dan salah satunya adalah ta'liqah Imam Khomeini. Imam Khomeini menulis ta'liqahnya pada Wasilah al-Najah selama tujuh tahun, dari tahun 1365-1372 H.[2] Templat:Lihat juga. Templat:Sakh Tahrir al-Wasilah, sebagaimana yang diisyaratkan oleh Imam Khomeini, adalah hasil penggabungan ta'liqah-ta'liqah ini ke dalam teks Wasilah al-Najah dan penambahan masalah-masalah serta bab-bab lain yang tidak ada dalam buku tersebut.[3] Penyusunan Tahrir al-Wasilah dimulai di tempat pengasingan di Turki dan diselesaikan di tempat pengasingan di Najaf al-Asyraf.[4] Templat:Sakh Ungkapan-ungkapan dalam Tahrir al-Wasilah sebagian besar adalah ungkapan dan istilah yang sama dengan Wasilah al-Najah dan jumlah masalah pada bab-bab di kedua buku juga biasanya sama, dan ungkapan-ungkapan tersebut hanya berbeda dalam kasus-kasus di mana fatwa Imam Khomeini berbeda dengan fatwa Sayyid Abu al-Hasan Isfahani.[5]
Tambahan-Tambahan Tahrir al-Wasilah Dibandingkan Wasilah al-Najah
Tahrir al-Wasilah memiliki banyak tambahan jika dibandingkan dengan Wasilah al-Najah; Imam Khomeini, selain menambahkan bab-bab (kitab) Haji, Amar Makruf dan Nahi Mungkar, Peradilan (Qadha), Kesaksian (Syahadat), Hudud, Kisas (Qishash), dan Diyat, juga menyebutkan masalah-masalah pertahanan secara terpisah serta masalah Wilayatul Faqih di bawah tiga belas masalah dalam Kitab Amar Makruf dan Nahi Mungkar. Beliau juga menyertakan hukum-hukum Salat Jumat di dalam Kitab al-Salat. Penulis Wasilah al-Najah dalam pembahasan Salat, setelah sujud sahwi, memasuki pembahasan salat qadha; namun Imam Khomeini dalam Tahrir al-Wasilah, sebelum memasukinya, dengan judul "Khatam fih Masa'il Mutafarriqah" (Penutup yang Berisi Masalah-masalah Beragam), telah menyertakan empat puluh masalah dari masalah-masalah beragam yang berkaitan dengan salat;[6] sebagaimana dalam bab salat-salat sunah, beliau menyebutkan Salat Istiska, salat Ja'far Thayyar, salat Ghafilah, dan salat Lailatul Dafn, namun tidak menyertakan yang lainnya;[7] tentu saja, masalah-masalah seperti salat hajat,[8] hal-hal yang disunahkan untuk dikeluarkan zakatnya,[9] adab makan dan minum,[10] serta pernikahan dengan budak perempuan,[11] tidak disebutkan dalam Tahrir al-Wasilah. Selain tambahan-tambahan yang telah disebutkan, pada bagian akhir Tahrir al-Wasilah dengan judul "Masalah-masalah Kontemporer (Masa'il Mustahdatsah)", disertakan hukum asuransi, surat sanggup bayar (promissory note), hak sewa (sargofli), transaksi perbankan, inseminasi buatan, pembedahan (autopsi) tubuh manusia, perubahan jenis kelamin (transgender), radio dan televisi, serta salat dan puasa dalam perjalanan udara dan di luar angkasa.[12] Beberapa tahun setelah diterbitkan, Imam Khomeini, melalui ijtihad ulang, telah mengubah beberapa fatwanya—sekitar lima puluh kasus—[13] dan perubahan-perubahan ini telah dimasukkan dalam cetakan kedua buku tersebut.[14]
Kedudukan dan Signifikansi
Komprehensivitas buku Tahrir al-Wasilah dan cakupannya pada hampir seluruh bab-bab fikih serta adanya pembahasan politik, peradilan, dan masalah-masalah kontemporer, telah menempatkannya pada kedudukan yang istimewa di antara karya-karya fikih dan bahkan karya-karya tertulis Imam Khomeini; sedemikian rupa sehingga setelah Revolusi Islam, buku ini tidak hanya menjadi teks pendidikan dan sumber penggalian undang-undang peradilan di pusat-pusat keilmuan, khususnya di pusat-pusat pendidikan ilmu peradilan, tetapi juga beberapa dosen tingkat tinggi dan dars kharij (kelas lanjutan) di hauzah ilmiah, telah menjadikannya sebagai fokus (poros) pengajaran mereka.[15]
Penerbitan Sebelum Revolusi
Setelah pemindahan tempat pengasingan Imam Khomeini ke Najaf, jilid pertama buku Tahrir al-Wasilah untuk pertama kalinya dicetak dan diterbitkan pada tahun 1345 HS dan jilid kedua pada tahun 1347 HS. Cetakan keduanya dengan beberapa perbaikan dan perubahan dilakukan di Najaf dan sejak saat itu hingga kini banyak penerbit telah mengambil tindakan untuk mencetak dan menerbitkannya. Tahrir al-Wasilah di dalam "Mausu'ah al-Imam al-Khomeini" diterbitkan bersama dengan penelitian terbaru pada tahun 1392 HS dalam jilid 22 dan 23. Templat:Sakh Organisasi Intelijen dan Keamanan Negara (SAVAK), setelah menerima laporan-laporan tentang pencetakan Tahrir al-Wasilah di Najaf dan pengirimannya ke Iran, mengklasifikasikannya sebagai salah satu buku yang berbahaya dan memerintahkan penyitaannya.[16] Dalam sebuah laporan yang tidak akurat, disebutkan bahwa di dalam buku ini, dalam lebih dari 200 halaman, terdapat serangan keras terhadap pemerintah Iran![17] Dan untuk mempropagandakan pemikiran-pemikiran (Imam) Khomeini, rencananya buku ini akan diterjemahkan oleh Husain Lankarani, Sayyid Mahmud Thaleqani, dan Mahdi Bazargan[18]; Sayyid Muhammad Ridha Sa'idi juga di samping mendistribusikannya, telah menerjemahkan dan menerbitkan beberapa bagian, termasuk bagian yang berkaitan dengan perwalian (wilayah) dan amar makruf serta nahi mungkar.[19] SAVAK Tehran, juga telah menerjemahkan bagian-bagian dari buku yang mengungkapkan pandangan Imam Khomeini mengenai peran ulama dalam memerangi bidah dan tidak diam terhadap kemungkaran serta mencegah penindasan para penindas, dan juga ketidakbolehan para santri (tulab) belajar di sekolah-perguruan negeri, menerima tunjangan (syahriyah) pemerintah dan wakaf, serta penolakan untuk memegang posisi di lembaga-lembaga agama-negara.[20] Hal-hal yang disebutkan tersebut semuanya sejalan dengan perjuangan negatif para ulama dan rohaniwan melawan Rezim Pahlavi. Dalam laporan lain, SAVAK mengidentifikasi salah satu agen distributor buku ini adalah Sayyid Ali Ghayuri dan mengutip darinya bahwa sejumlah orang berniat untuk menerjemahkan buku ini ke dalam bahasa Persia dan mencetaknya, dan kemudian SAVAK melacaknya dan jika dicetak, SAVAK memerintahkan untuk mencegah penyebarannya.[21]
Penerbitan Setelah Revolusi
Pusat Penelitian Komputer Ilmu-Ilmu Islam (CRCIS/Noor) dan Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini telah menyediakan versi elektronik dari buku ini bersama dengan beberapa syarah, ta'liqah, dan terjemahan yang memiliki berbagai kemampuan, termasuk fitur pencarian dan kamus Templat:Lihat juga. Hingga saat ini, lebih dari 150 terjemahan, ringkasan, syarah, dan ta'liqah dari buku ini telah diterbitkan[22] yang mana di bawah ini akan disebutkan beberapa di antaranya:
Terjemahan-Terjemahan
- Terjemahan Tahrir al-Wasilah; Sayyid Muhammad Baqir Musawi Hamadani; 4 jilid, Qum, Dar al-'Ilm, 1387 HS. Buku ini telah dikomparasi dan dikoreksi oleh Sayyid Muhammad Abtahi Kasyani;
- Terjemahan Tahrir al-Wasilah; Ali Islami dan Muhammad Qadhizadeh; 4 jilid, Qum, Daftar-i Intisyarat-i Islami, 1383 HS. Buku ini diterbitkan di bawah pengawasan dan persetujuan Muhammad Mu'min Qummi serta Sayyid Hasan Thahiri Khurramabadi. Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, cabang Qum, juga telah mencetak dan menerbitkan terjemahan ini pada tahun 1385 HS dalam 2 jilid setelah meninjau, mengoreksi, dan menyuntingnya;
- Terjemahan Urdu Tahrir al-Wasilah; Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini; 4 jilid, Tehran, 1413 H/ 1370 HS;
- Terjemahan Inggris Tahrir al-Wasilah; Sayyid Ali Ridha Naqawi; 4 jilid, Tehran, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, 1386 HS.
Ringkasan-Ringkasan
- Zubdah al-Ahkam (Arab); Abbas Ali Amid Zanjani; Qum, Chapkhaneh Mihr, 1402 H/ 1360 HS Templat:Lihat juga;
- Ma'rifah Abwab al-Fiqh; Muhsin Faqihi; Qum, Al-Markaz al-'Alami li al-Dirasat al-Islamiyyah, 1383 HS. Buku ini disusun dengan motif menyediakan teks pelajaran guna memperkenalkan para santri di Pusat Ilmu-Ilmu Islam Internasional (Al-Mustafa International University) dengan garis besar pembahasan-pembahasan fikih. Di akhir setiap bab/kitab dari kitab-kitab Imam Khomeini, Tahrir al-Wasilah, telah diekstraksi pertanyaan-pertanyaan dari teks agar dapat digunakan dengan lebih baik oleh para pelajar;
- Tahrir Tahrir al-Wasilah (Arab); Ali Misykini; Qum, Dar al-Hadits, 1387 HS.
Ta'liqah-Ta'liqah (Catatan)
Ta'liqah-ta'liqah yang ada dapat dibagi menjadi dua jenis: fatwa dan istidlali (berdasarkan dalil penalaran):
- Al-Ta'liqah al-Istidlaliyyah 'ala Tahrir al-Wasilah; Abu Thalib Tajlil Tabrizi; Tehran, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, 1379 HS. Di dalam ta'liqah ini, selain memuat pendapat dari penulis ta'liqah, juga terdapat argumentasi (istidlal) dan penyebutan dalil-dalil;
- Al-Ta'liqah al-Istidlaliyyah 'ala Tahrir al-Wasilah; Ali Misykini; 10 jilid, Qum, Dar al-Hadits, 1389 HS;
- Al-Ta'liqah 'ala Tahrir al-Wasilah; Yusuf Shani'i; Tehran, 'Uruj, 1384 HS. Buku ini memuat teks Tahrir al-Wasilah beserta ta'liqah-ta'liqah. Dalam beberapa kasus, ta'liqah-ta'liqah tersebut disajikan secara rinci dan argumentatif (mustadal);
- Al-Ta'liqah 'ala Tahrir al-Wasilah; Sayyid Muhammad Ali Alawi Gurgani; Tehran, 'Uruj, 1384 HS;
- Al-Ta'liqah 'ala Tahrir al-Wasilah; Muhammad Ali Girami Qummi; Tehran, 'Uruj, 1390 HS. Ta'liqah-ta'liqah di dalam buku ini sebagian besar ringkas dan padat; namun dalam beberapa kasus, ta'liqah-ta'liqah tersebut disertai dengan argumentasi.
Syarah-Syarah (Penjelasan)
Syarah istidlali atas buku-buku ilmiah merupakan praktik yang umum di hauzah-hauzah ilmiah, dan buku-buku fikih tidak terkecuali dari metode umum ini. Syarah teks-teks ilmiah ada yang disajikan secara tercampur (mazji) dengan teks asli maupun terpisah (ghair mazji); seperti Jawahir al-Kalam yang merupakan syarah mazji untuk Syara'i' al-Islam dan Jami' al-Maqashid yang merupakan syarah ghair mazji untuk Qawa'id al-Ahkam. Tahrir al-Wasilah juga telah disyarah dan dijelaskan oleh banyak mujtahid serta fakih; sebagian besar syarah ini adalah ghair mazji. Beberapa syarah atas Tahrir al-Wasilah antara lain:
- Mustanad Tahrir al-Wasilah; Sayyid Mustafa Khomeini; 2 jilid, Tehran, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, 1376 HS. Penulis dalam buku ini selain menguraikan dasar-dasar teori Imam Khomeini dan menyinggung pendapat-pendapat lain mengenai suatu masalah, juga mengutarakan pandangannya sendiri. Jilid pertamanya dimulai dari pembahasan kesucian (taharah) hingga mata pencaharian (makasib), dan jilid keduanya dari pembahasan jual beli (bai') hingga pernikahan (nikah). Karya ini diterbitkan dalam rangka memperingati ulang tahun kedua puluh wafatnya Sayyid Mustafa Khomeini;
- Tafshil al-Syari'ah fi Syarh Tahrir al-Wasilah; Muhammad Fadhil Muwahhidi Lankarani; 28 jilid, Qum, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, 1390 HS. Jilid pertama karya ini ditulis sebelum kemenangan Revolusi Islam, yakni pada tanggal 25 Rabiul Awal 1394 H, sepuluh tahun setelah penyusunan Tahrir al-Wasilah. Penulis menyusun jilid-jilid awal buku ini selama tahun-tahun ketika Rezim Pahlavi mengasingkannya ke kota Yazd.[23] Para peneliti di Pusat Fikih Para Imam Suci (Markaz Fiqhi A'immah Athar as) telah meneliti edisi lengkap buku ini, dan pada tahun 1390 HS Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini menerbitkannya serta meresmikannya dalam acara "Konferensi Tahrir al-Wasilah";
- Mustanad Tahrir al-Wasilah; Ahmad Muthahhari. Tanggal pasti penulisan jilid-jilid karya ini tidak dicantumkan di dalam buku; tetapi penulisannya dimulai kira-kira bersamaan dengan era Revolusi Islam dan diselesaikan pada tahun-tahun awal pascakemenangan. Jilid-jilid yang berkaitan dengan peradilan (qadha), Hudud, kisas (qishash), dan Diyat telah diterjemahkan ke dalam bahasa Persia oleh Hasyim Nuri pada tahun-tahun pertama setelah kemenangan Revolusi Islam;
- Mabani Tahrir al-Wasilah; Muhammad Mu'min Qummi; 3 jilid, Tehran, 'Uruj, 1380-1390 HS. Buku ini mencakup Bab (Kitab) Qadha, Syahadat (Kesaksian), dan Hudud dari Tahrir al-Wasilah;
- Syarh Tahrir Wasilah al-Najah; Ahmad Sibt al-Syekh Ansari; Qum, Firuzabadi, 1412 H. Buku ini mencakup pembahasan Ijtihad dan Taklid serta sebagian masalah Taharah;
- Dalil Tahrir al-Wasilah; Ali Akbar Saifi Mazandarani; Tehran, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, 1375 HS dan seterusnya. Hingga tahun 1392 HS, lima belas jilid dari buku ini dengan judul yang sama telah diterbitkan;
- Misbah al-Syari'ah; Abdul Nabi Namazi; Tehran, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, 1375 HS. Karya ini diterbitkan dalam empat jilid yang meliputi Kitab Ijtihad dan Taklid, Khumus, Puasa (Shaum), dan Bab Salat Musafir;
- Fiqh al-Tsaqalain fi Syarh Tahrir al-Wasilah; Yusuf Shani'i; 5 jilid, Tehran, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, 1380-1392 HS. Satu jilid "Kitab al-Qishash", dua jilid "Kitab al-Irts (Warisan)", dan satu jilid "Kitab al-Makasib" ditulis oleh penyarah sendiri, sementara satu jilid, "Kitab al-Thalaq", disusun (taqrir) oleh Sayyid Dhiya Murthadhawi;
- Madarik Tahrir al-Wasilah; Murtadha Banifadhl; 5 jilid, Tehran, 'Uruj. Karya ini meliputi syarah Kitab al-Salat dalam tiga jilid, al-Shaum (Puasa) dalam satu jilid, serta al-Zakah dan al-Khumus dalam satu jilid;
- Tahrir al-Tahrir; Sayyid Ali Husaini Asykawari; Tehran, Lembaga Penelitian Imam Khomeini dan Revolusi Islam, 1380 HS. Karya dua jilid ini merupakan syarah mazji atas "Kitab al-Qadha" dan "Kitab al-Syahadat";
- Al-Hajj fi al-Syari'ah al-Islamiyyah al-Gharra'; Ja'far Subhani; 5 jilid, Qum, Lembaga Imam Shadiq (as), 1382 HS dan seterusnya. Dua jilid pertama dari syarah ini berporos pada Al-'Urwah al-Wutsqa. Penulis menyampaikan sebagian dari pelajaran dars kharij fikihnya dan kemudian karya-karya fikih istidlali-nya yang berporos pada Tahrir al-Wasilah. Berdasarkan gaya buku Imam Khomeini, Tahrir al-Wasilah, penulis juga telah menyusun tiga jilid lain di bab-bab Hudud, Kisas, dan Diyat;
- Kautsar Fiqh; Ali Muhammadi Khurasani; Tehran, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, 1388 HS. Karya ini merupakan syarah berbahasa Persia untuk bagian "Makasib Muharramah dan Bai' (Jual Beli)" dari Tahrir al-Wasilah, yang mana hingga tahun 1394 HS telah diterbitkan sebanyak enam jilid;
- Miftah al-Syari'ah fi Syarh Tahrir al-Wasilah; Sayyid Husain Musawi Tabrizi; Tehran, 2 jilid, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, 1383 HS;
- Anwar al-Faqahah fi Ahkam al-'Itrah al-Thahirah (as); Nashir Makarim Syirazi; 6 jilid, Qum, Madrasah Imam Ali bin Abi Thalib (as), 1386-1392 HS. Tiga jilid dari koleksi ini adalah syarah "Kitab al-Nikah" dan tiga jilid lainnya adalah syarah "Kitab al-Hudud";
- Al-Nur al-Mubin fi Syarh al-Tahrir wa Minhaj al-Shalihin; Sayyid Nuruddin Syari'atmadari Jaza'iri; Qum, Dar al-Kitab, 1381 HS. Syari'atmadari menyarah bab/kitab Ijtihad dan Taklid, Haji, Peradilan (Qadha), Kesaksian (Syahadat), Hudud, Kisas, Diyat, dan Masalah-masalah Kontemporer (Masa'il Mustahdatsah) dari Tahrir al-Wasilah, dan bab-bab lainnya dari Minhaj al-Shalihin;
- Mustanad Tahrir al-Wasilah; Sepasang (Kolektif) peneliti (Muhammad Kazim Rahman-Sitayisy, Saifullah Sharrami, Sayyid Ahmad Husaini, Ahmad Mablaghi, dan Kazim Qadhizadeh); Tehran, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, 1386 HS. Para penulis karya ini telah mengambil inisiatif untuk menyarah sebagian dari Kitab "Al-Ijtihad wa al-Taqlid" dalam Tahrir al-Wasilah;
- Bayan Tahrir al-Wasilah; Zainul Abidin Ahmadi Zanjani; Tehran, 'Uruj, 1387 HS. Satu jilid darinya—yakni syarah Kitab al-Hajj—telah diterbitkan;
- Mu'tamad Tahrir al-Wasilah; Abbas Zhahiri; Tehran, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, 1382 HS dan seterusnya. Hingga saat ini, lima jilid telah disusun dan diterbitkan. Tiga jilid adalah syarah Masalah-masalah Kontemporer (Masa'il Mustahdatsah) dan dua jilid adalah syarah "Kitab al-Mudharabah";
- A'in Kaifari Islam (Hukum Pidana Islam); Muhammad Fadhil Lankarani; 3 jilid, Qum, Pusat Fikih Para Imam Suci (as), 1390 HS. Karya ini merupakan terjemahan dari pelajaran-pelajaran Fadhil Lankarani yang berporos pada Kitab al-Hudud yang ditulisnya dalam bahasa Arab, kemudian Akbar Turabi menerjemahkannya ke dalam bahasa Persia;
- Taqrir al-Haqiqah fi Syarh Tahrir al-Wasilah; 2 jilid, Ahmad Bihisyti; Tehran, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini. Buku ini adalah syarah bab-bab Mawarits (Warisan) dan Nikah;
- Misykat al-Syari'ah fi Syarh Tahrir al-Wasilah; Sayyid Dhiya Murthadhawi; Tehran, 'Uruj, 1392 HS. Hingga tahun 1397 HS, jilid pertama syarah "Kitab al-Hajj" dari karya ini telah diterbitkan;
- Miftah al-Hidayah fi Syarh Tahrir al-Wasilah; Murtadha Muqtada'i; Tehran, 'Uruj, 1383 HS. Karya ini adalah syarah "Kitab al-Qadha";
- Taqrir al-Syari'ah fi Syarh Tahrir al-Wasilah; 4 jilid, Sayyid Ali Muhaqqiq Damad; Tehran, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini, 1397 HS. Buku ini adalah syarah "Kitab al-Hajj".
Perlu disebutkan bahwa Konferensi Tahrir al-Wasilah diselenggarakan pada tahun 1391 HS dengan tujuan untuk menghormati para penyarah dan penulis ta'liqah buku Tahrir al-Wasilah serta untuk menghidupkan kembali peran buku ini di era kontemporer, dan buku 28 jilid Tafshil al-Syari'ah yang diterbitkan oleh Yayasan Penyusunan dan Penerbitan Karya-Karya Imam Khomeini telah diresmikan di acara tersebut Templat:Lihat juga. Selain itu, jurnal "Harim Imam" pada edisi ke-50 telah menerbitkan edisi khusus dengan judul yang sama.
Catatan Kaki
- ↑ Aqa Buzurg Tihrani, Al-Dhari'ah ila Tasanif al-Syiah, jld. 25, hlm. 85.
- ↑ Mu'assasah Tanzhim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini, Mukadimah Wasilah al-Najah, hlm. 7.
- ↑ Imam Khomeini, Tahrir al-Wasilah, jld. 1, hlm. 6.
- ↑ Fadhil Lankarani, Tafshil al-Syari'ah, Mukadimah, jld. 1, hlm. 7.
- ↑ Sebagai contoh, lihat: Isfahani, Wasilah al-Najah, jld. 1, hlm. 3 dan 8; Imam Khomeini, Tahrir al-Wasilah, jld. 1, hlm. 7 dan 16.
- ↑ Imam Khomeini, Wasilah al-Najah ma'a Ta'aliq, jld. 1, hlm. 203-210.
- ↑ Imam Khomeini, Wasilah al-Najah ma'a Ta'aliq, jld. 1, hlm. 230.
- ↑ Isfahani, Wasilah al-Najah, jld. 1, hlm. 139.
- ↑ Isfahani, Wasilah al-Najah, jld. 1, hlm. 195.
- ↑ Isfahani, Wasilah al-Najah, jld. 2, hlm. 247.
- ↑ Isfahani, Wasilah al-Najah, jld. 2, hlm. 340.
- ↑ Imam Khomeini, Wasilah al-Najah ma'a Ta'aliq, jld. 2, hlm. 578-610.
- ↑ Sebagai contoh, lihat: Imam Khomeini, Wasilah al-Najah ma'a Ta'aliq, jld. 1, hlm. 27, 47, 345 dan jld. 2, hlm. 151, 261, 581.
- ↑ Matin, majalah, hlm. 298.
- ↑ Puya, Kitab-Syinasi Tahrir al-Wasilah, hlm. 11-12.
- ↑ Lihat: Mu'assasah Tanzhim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini, Sir Mubarazat..., jld. 11, 13, 14, dan 15.
- ↑ Mu'assasah Tanzhim, Sir Mubarazat..., jld. 11, hlm. 29-30, 302-303, dan 387.
- ↑ Mu'assasah Tanzhim, Sir Mubarazat..., jld. 11, hlm. 387.
- ↑ Mu'assasah Tanzhim, Sir Mubarazat..., jld. 11, hlm. 21-23, 302-303, 307, dan 360-361.
- ↑ Mu'assasah Tanzhim, Sir Mubarazat..., jld. 11, hlm. 307-310.
- ↑ Mu'assasah Tanzhim, Sir Mubarazat..., jld. 11, hlm. 30 dan 313-315.
- ↑ Lihat: Puya, Kitab-Syinasi Tahrir al-Wasilah, hlm. 12.
- ↑ Fadhil Lankarani, Tafshil al-Syari'ah, Mukadimah, jld. 1, hlm. 7.
Daftar Pustaka
- Aqa Buzurg Tihrani, Muhammad Muhsin. Al-Dhari'ah ila Tasanif al-Syiah. Beirut, Dar al-Adhwa', cetakan ketiga, 1403 H.
- Fadhil Lankarani, Muhammad. Tafshil al-Syari'ah fi Syarh Tahrir al-Wasilah, Kitab al-Ijtihad wa al-Taqlid. Qum, Daftar-i Intisyarat-i Islami, cetakan kedua, 1414 H.
- Imam Khomeini, Sayyid Ruhullah. Tahrir al-Wasilah. Tehran, Mu'assasah-yi Tanzhim wa Nasyr-i Atsar-i Imam Khomeini, cetakan pertama, 1379 HS.
- Imam Khomeini, Sayyid Ruhullah. Wasilah al-Najah ma'a Ta'aliq al-Imam al-Khomeini. Tehran, Mu'assasah-yi Tanzhim..., cetakan pertama, 1380 HS.
- Isfahani, Sayyid Abu al-Hasan. Wasilah al-Najah. Najaf, Al-Matba'ah al-'Ilmiyyah, cetakan kedelapan, 1364 H.
- Matin (Majalah). "Asynayi ba Daftar Mu'assasah Tanzhim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini dar Qum". Nomor 2, 1378 HS.
- Mu'assasah Tanzhim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini. Mukadimah Buku Wasilah al-Najah ma'a Ta'aliq al-Imam al-Khomeini, karya Imam Khomeini. Tehran, cetakan pertama, 1380 HS.
- Mu'assasah Tanzhim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini. Sir Mubarazat Imam Khomeini dar Ayinih-i Asnad bi Riwayat SAVAK. Tehran, cetakan pertama, 1386 HS.
- Puya, Hasan. Kitab-Syinasi Tahrir al-Wasilah. Qum, Mu'assasah-yi Tanzhim..., cetakan pertama, 1391 HS.
Pranala Luar
- Karimi, Ali Jan. "Tahrir al-Wasilah". Ensiklopedia Imam Khomeini, jld. 3, hlm. 279-284.