Lompat ke isi

Pidato di Behesht-e Zahra

Dari Wiki Imam Khomeini

Pidato di Behesyt-e Zahra adalah pidato Imam Khomeini di Behesyt-e Zahra Tehran pada hari pertama kepulangannya ke tanah air pada 12 Bahman 1357 HS.

Behesyt-e Zahra and Urgensinya

Rencana pembuatan organisasi Behesyt-e Zahra (sa) dibentuk pada bulan Tir 1334 HS berdasarkan keputusan Dewan Kota Tehran; namun pelaksanaan rencana ini tertunda selama bertahun-tahun. Setelah pengalokasian sebidang tanah untuk tujuan ini pada akhir tahun 1345 HS, pemilihan dewan direksi, and penyusunan anggaran rumah tangga,[1] akhirnya pemakaman besar Behesyt-e Zahra (sa) didirikan pada tahun 1349 HS di sebidang tanah seluas empat ratus hektar yang terletak di rute jalan tol Tehran–Qom.[2] Kehadiran luas masyarakat and perkumpulan penentang rezim pada tahun 1357 HS di Behesyt-e Zahra (sa), serta pemakaman para syuhada revolusi di sana, mengubah pemakaman ini menjadi simbol penentangan and protes bangsa terhadap rezim Syahansyah.[3] Kedudukan inilah yang membuat Imam Khomeini memilih Behesyt-e Zahra (sa) sebagai tujuan pertamanya setelah tiba di Iran untuk memberikan penghormatan kepada seluruh syuhada Revolusi Islam. Meskipun orang-orang terdekatnya menekankan tentang sulitnya situasi, beliau tetap menyampaikan pidato pertamanya di sana setelah empat belas tahun masa pengasingan.[4]

Acara Pendukung

Tempat pidato ditetapkan di kavling 17 Syuhada. Acara khusus Behesyt-e Zahra (sa) dimulai sejak pukul sembilan pagi dengan lantunan lagu nasional. Para petugas acara yang terus berhubungan dengan bandara melalui nirkabel menyampaikan berita-berita terbaru kepada masyarakat.[5] Sistem pengeras suara di Behesyt-e Zahra (sa) juga dapat terwujud berkat upaya sejumlah karyawan revolusioner dari Organisasi Radio and Televisi Nasional.[6] Sebelum pidato Imam Khomeini, putra syahid Sadiq Amani membacakan sebuah esai.[7] Sekelompok siswa juga membawakan lagu "Bangkitlah Wahai Para Syuhada Jalan Allah".[8]

Pidato Imam and Kandungannya

Kemudian Imam Khomeini menyampaikan pilar-pilar paling prinsipil dari legitimasi rasional sebuah sistem politik dengan bahasa yang sederhana and logis di salah satu perkumpulan massa paling padat dalam sejarah, and secara umum menyebut setiap pemerintahan yang dipaksakan sebagai tindakan yang bertentangan dengan kaidah akal and Hak Asasi Manusia.[9]

Poin-Poin Utama Pidato

Poin-poin paling penting dari pidato ini meliputi:

  1. Pertentangan rezim monarki yang dipaksakan dengan Akal and undang-undang.
  2. Ketidakabsahan pemerintah and parlemen boneka serta bentukan rezim.
  3. Kerusakan and kehancuran negara atas nama modernisasi and reformasi oleh rezim Pahlavi.
  4. Penentuan pemerintah oleh Imam Khomeini dengan dukungan and legalitas dari rakyat.
  5. Peringatan kepada bangsa mengenai upaya Amerika untuk mengembalikan Mohammad Reza Pahlavi.
  6. Nasihat and ultimatum kepada tentara serta apresiasi terhadap personel militer yang bergabung dengan rakyat.[10]

Kondisi Kesehatan Imam yang Menurun Akibat Tekanan Massa

Setelah pidato berakhir, karena kepadatan massa yang berlebihan, evakuasi Imam Khomeini dari Behesyt-e Zahra (sa) hanya dimungkinkan dengan bantuan ambulans Perusahaan Minyak and kemudian sebuah helikopter. Rencananya beliau akan langsung pergi dari Behesyt-e Zahra (sa) ke Sekolah Refah; namun karena tekanan massa, kondisi kesehatan beliau menjadi kurang baik. Atas saran Nateq Nouri, setelah helikopter mendarat di Rumah Sakit Hezar Takhtakhwab-i (Imam Khomeini), beliau dibawa dengan mobil Peugeot milik salah seorang dokter rumah sakit (Siddiqi) and kemudian dengan mobil Pick-up milik Nateq Nouri yang diparkir di sebuah gang. Atas saran dari Imam Khomeini sendiri, beliau pergi ke rumah Kesyavarz (menantu Sayid Morteza Pasandideh) yang terletak di Jalan Lama Shemiran, Jalan Andisheh.[11]

Catatan Kaki

  1. Hamshahri, 1374 HS, hlm. 794.
  2. Hamshahri, 1373 HS, hlm. 858.
  3. Muassasah Tanzhim, Majmu'eh Sokhanrani-ha-ye Imam Khomeini, jil. 1, hlm. 493–494 and jil. 2, hlm. 290, 328, 437.
  4. Khomeini, Mosahebeh, jil. 1, hlm. 100; Yazdi, Akharin Talasy-ha, hlm. 378.
  5. Niknam, Khaterat, hlm. 462.
  6. Alviri, Khaterat-e Morteza Alviri, hlm. 71.
  7. Nateq Nouri, Pa-be-pa-ye Aftab, jil. 6, hlm. 73.
  8. Niknam, Khaterat, hlm. 463.
  9. Yazdi, Akharin Talasy-ha, hlm. 379.
  10. Imam Khomeini, Shahifeh, jil. 6, hlm. 10–19.
  11. Nateq Nouri, Khaterat, jil. 1, hlm. 159; Nateq Nouri, Pa-be-pa-ye Aftab, jil. 6, hlm. 74–75, menukil dari Sayid Ahmad Khomeini; Khomeini, Mosahebeh, jil. 1, hlm. 100.

Daftar Pustaka

  • Alviri, Morteza. Khaterat-e Morteza Alviri (Memoar Morteza Alviri). Tehran: Organisasi Propaganda Islam, cetakan pertama, 1375 HS.
  • Hamshahri. Ketab-e Sal 1373 va 1374 (Buku Tahunan 1373 and 1374). Tahun 1 and 2, Pemerintah Kota Tehran, 1373–1374 HS.
  • Khomeini, Sayid Ahmad. Mosahebeh (Wawancara). Dicetak dalam Pa-be-pa-ye Aftab, disusun oleh Amir Reza Sotoudeh. Tehran: Panjereh, cetakan pertama, 1382 HS.
  • Muassasah Tanzhim va Nasyr Atsar Imam Khomeini. Kowsar, Majmu'eh Sokhanrani-ha-ye Imam Khomeini (Kautsar, Kumpulan Pidato Imam Khomeini). Tehran: cetakan kedua, 1373 HS.
  • Nateq Nouri, Ali Akbar. Khaterat-e Hujjatul Islam va Al-Muslimin Ali Akbar Nateq Nouri (Memoar Hujjatul Islam wal Muslimin Ali Akbar Nateq Nouri). Disusun oleh Morteza Mirdar. Tehran: Pusat Dokumen Revolusi Islam, cetakan pertama, 1384 HS.
  • Nateq Nouri, Ali Akbar. Mosahebeh (Wawancara). Dicetak dalam Pa-be-pa-ye Aftab, disusun oleh Amir Reza Sotoudeh. Tehran: Panjereh, cetakan pertama, 1382 HS.
  • Niknam, Mohammad Kazem. Khaterat (Memoar). Lampiran jilid 2 Tasjkil-e Faragir, karya Abdullah Jasbi. Tehran: Universitas Azad Islam, cetakan pertama, 1383 HS.
  • Yazdi, Ebrahim. Akharin Talasy-ha dar Akharin Ruz-ha (Upaya-Upaya Terakhir di Hari-Hari Terakhir). Tehran: Qalam, edisi kedua, cetakan pertama, 1379 HS.