Lompat ke isi

Husainiyah Irsyad

Dari Wiki Imam Khomeini

Husainiyah Irsyad adalah sebuah lembaga keagamaan-kultural yang didirikan pada dekade 1340-an HS (1960-an M) dengan pendekatan inovatif. Meskipun tidak memiliki hubungan struktural (kelembagaan) secara langsung dengan Imam Khomeini, melalui tokoh-tokoh yang dekat dengan beliau serta penafsiran yang revolusioner mengenai Islam, husainiyah ini memainkan peran penting dalam meletakkan landasan pemikiran bagi Revolusi Islam.

Pengenalan dan Sejarah

Husainiyah Irsyad didirikan pada awal dekade 1340-an HS (1960-an M) di Tehran atas upaya Muhammad Humayun, Nashir Minachi, dan Abdul Husain Ali Abadi.[1] Pusat ini dibentuk dengan pendekatan yang inovatif (pembaruan) dalam bidang pemikiran keagamaan dan dengan tujuan menyebarkan ajaran-ajaran Islam serta menjawab kebutuhan pemikiran generasi muda.[2]

Husainiyah Irsyad membedakan dirinya dari majelis-majelis tradisional dengan menerapkan metode-metode modern, seperti menggantikan mimbar dengan podium, menggunakan tepuk tangan sebagai pengganti selawat, serta mengadakan pertunjukan/drama keagamaan.[3] Aktivitas-aktivitas lembaga ini diorganisasi dalam bidang penelitian, pendidikan, dan dakwah (tablig), serta mencakup penyelenggaraan ceramah, kelas-kelas pendidikan, dan penerbitan buku.[4]

Hubungan dengan Imam Khomeini

Ceramah Muthahhari di Husainiyah Irsyad

Husainiyah Irsyad tidak memiliki hubungan struktural (kelembagaan) dengan Imam Khomeini dan beliau tidak pernah berceramah di tempat ini; meskipun dalam beberapa dokumen SAVAK, ceramah beliau di husainiyah ini disebutkan secara keliru.[5] Pada dasarnya, lembaga ini didirikan setelah pengasingan Imam Khomeini ke luar negeri,[6] tetapi susunan dewan direksinya menunjukkan adanya ikatan pemikiran dengan Gerakan Islam. Murtadha Muthahhari, wakil ketua husainiyah tersebut, adalah salah seorang murid dan sahabat dekat Imam Khomeini;[7] demikian pula dengan kehadiran tokoh-tokoh lain seperti Sayyid Mahmud Thaleqani, Insinyur Bazargan, dan Yadullah Sahabi di dewan ilmiah husainiyah, yang merupakan para aktivis Gerakan Perlawanan Nasional (Nahdhat Muqawamat Melli) dan sahabat-sahabat Imam Khomeini.[8]

Pada masa ini, tokoh-tokoh terkenal juga memberikan ceramah di Husainiyah Irsyad, di antaranya adalah Fakhruddin Hijazi, Muhammad Mufattih, Husain Nuri Hamadani, Akbar Hasyimi Rafsanjani, Ali Gulzadeh Ghafuri, Muhammad Jawad Bahunar, Sayyid Abdul Karim Hasyiminezhad, Abu al-Qasim Khaz'ali, Ali Dawani, Nashir Makarim Syirazi, dan Sayyid Ali Khamenei.[9]

Dengan menyajikan penafsiran yang ideologis dan revolusioner tentang Islam, khususnya melalui ceramah-ceramah Ali Syari'ati dan Murtadha Muthahhari, pusat ini memainkan peran sentral dalam meletakkan landasan pemikiran bagi Revolusi Islam. Kegiatan-kegiatan lembaga ini yang luas dan kritis, yang disertai dengan pengawasan ketat dari SAVAK,[10] pada akhirnya berujung pada penutupannya oleh Pemerintahan Pahlavi pada bulan Aban 1351 HS (Okt/Nov 1972 M).[11] Meskipun demikian, bahkan selama masa penutupan, tindakan-tindakan budaya-revolusioner seperti pembuatan lagu-lagu revolusioner dan pencetakan karya-karya Syari'ati secara diam-diam tetap berlanjut.[12] Hingga pada akhirnya husainiyah ini dikenal sebagai salah satu basis utama revolusi.[13]

Setelah kemenangan Revolusi Islam, Husainiyah Irsyad kembali melanjutkan kegiatannya dan terus beroperasi sebagai lembaga budaya dan agama.[14]

Perpisahan Muthahhari dari Husainiyah Irsyad

Husainiyah Irsyad menjadi saksi perbedaan pemikiran antara Murtadha Muthahhari dan Ali Syari'ati, yang pada akhirnya berujung pada keluarnya Muthahhari dari lembaga ini pada tahun 1349 HS (1970/1971 M).[15] Perbedaan-perbedaan ini terutama berkaitan dengan dasar-dasar pemahaman terhadap Islam.[16] Syari'ati, dengan pendekatan revolusioner dan menggunakan konsep-konsep sosiologis, berusaha menarik minat kaum muda, tetapi Muthahhari menganggap pemahaman dan metodenya tidak akurat serta bersifat sinkretis (kumpulan bermacam-macam paham).

Catatan Kaki

  1. "Husainiyah Irsyad".
  2. "Husainiyah Irsyad".
  3. Ja'fari dan Thayifah, "Husainiyah Irsyad".
  4. "Husainiyah Irsyad".
  5. Markaz-i Barrasi-yi Asnad-i Tarikhi-yi Wizarat-i Iththila'at, Husainiyah Irsyad bi Riwayat-i Asnad-i SAVAK, hlm. 1.
  6. Ja'fari dan Thayifah, "Husainiyah Irsyad".
  7. Markaz-i Barrasi-yi Asnad-i Tarikhi-yi Wizarat-i Iththila'at, Husainiyah Irsyad bi Riwayat-i Asnad-i SAVAK, hlm. delapan.
  8. Ja'fari dan Thayifah, "Husainiyah Irsyad".
  9. Markaz-i Barrasi-yi Asnad-i Tarikhi-yi Wizarat-i Iththila'at, Husainiyah Irsyad bi Riwayat-i Asnad-i SAVAK, berbagai halaman.
  10. Lihat: Markaz-i Barrasi-yi Asnad-i Tarikhi-yi Wizarat-i Iththila'at, Husainiyah Irsyad bi Riwayat-i SAVAK; "Paygah-ha-yi Inqilab-i Islami, Husainiyah Irsyad bi Riwayat-i Asnad-i SAVAK".
  11. "Husainiyah Irsyad".
  12. "Husainiyah Irsyad".
  13. Markaz-i Barrasi-yi Asnad-i Tarikhi-yi Wizarat-i Iththila'at, Husainiyah Irsyad bi Riwayat-i Asnad-i SAVAK, Mukadimah Penerbit.
  14. "Husainiyah Irsyad".
  15. Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, Ustad Syahid bi Riwayat-i Asnad, hlm. 48.
  16. Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, Ustad Syahid bi Riwayat-i Asnad, hlm. 48.

Daftar Pustaka

  • "Husainiyah Irsyad". Danishnamih-yi Jahan-i Islam, jld. 13.
  • Ja'fari, Syiwa dan Thayifah Sima. "Husainiyah Irsyad". Da'irat al-Ma'arif-i Buzurg-i Islami, jld. 1. Tanggal publikasi: 4 Isfand 1399 HS. Tanggal akses: 6 Aban 1404 HS.
  • Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami. Ustad Syahid bi Riwayat-i Asnad. Tehran, cetakan kedua, 1383 HS.
  • Markaz-i Barrasi-yi Asnad-i Tarikhi-yi Wizarat-i Iththila'at. Husainiyah Irsyad bi Riwayat-i SAVAK. Tehran, 1383 HS.
  • "Paygah-ha-yi Inqilab-i Islami, Husainiyah Irsyad bi Riwayat-i Asnad-i SAVAK". Markaz-i Barrasi-yi Asnad-i Tarikhi. Tanggal akses: 6 Aban 1404 HS.